SILAT BO’I 2: KAWAN LAMA
Sehari setelah ditinggal Bang Asep untuk
naik haji, terpilihlah Bo’i sebagai ketua sementara dari perguruan silat ASEP
CENTRE.
Bo’I :”Terima kasih karena telah memilih
saya sebagai ketua sementara
perguruan silat ini. Untuk hari pertama,
kita awali dengan latihan seperti
biasa. 1…!! 2…!! 3…!!”
Selesai latihan, Bo’i dkk. pulang ke
rumahnya masing-masing. Saat di perjalanan, tiba-tiba Galang dihadang oleh
orang asing.
Galang :”Siapa loe?! Berani-beraninya ngalangin
jalan gue.”
Ariel :”Gue Yuda Arieliano. Loe temennya
Bo’i kan?”
Galang :”Kalo iya kenapa?”
Ariel :”Mana Bo’i?”
Galang :”Ada perlu apa loe sama dia?”
Ariel :”Mana Bo’i?!”
(mendorong Galang)
Galang :”Ngajak berantem ni orang. Rasakan
ini..!!”
Ternyata, Ariel juga ahli silat.
Alhasil, Galang pun berhasil dikalahkan oleh Ariel dan Dia pun lari
terbirit-birit menuju rumah Bo’i.
Bo’i :”Jadi, biar pemasukannya
bertambah. Rencananya gue mau buat rumah
Makan “Sejuta Selera” apa kalian setuju?”
Gio :”Kalo gue si setuju. Kalo loe
setuju nggak, Tur?”
Guntur :”Gue juga setuju.”
Galang :”Assalamu’alaikum.”
(Masuk dan terjatuh)
Bo’i :”Wa’alaikumsalam. Loe kenapa,
Lang?!”
(Menghampirinya)
Galang :”Gue dihajar sama orang yang namanya
Yuda Arieliano.”
Bo’i :”Apa…?!”
Gio :”Ada apa ‘I?”
Bo’i :”Dia itu kawan lama gue.”
Guntur :”Kalo kawan, kenapa loe kaget?”
Bo’i :”Karena, dia iri sama gue dan
sekarang dia nganggap gue sebagai
Musuh besarnya.”
Gio :”Kenapa itu bisa terjadi?’
Bo’i :”Dulu itu…..”
(Flashback)
Bo’i :”Hai bro! Alhamdulillah, gue dapet
rangking 1 di kelas gue. Loe dapet
Rangking berapa?”
Ariel :”Jika loe ke sini hanya untuk
pamer, lebih baik gue jadi musuh loe daripada
Sahabat loe! Seorang sahabat nggak mungkin
menghina sahabatnya
Sendiri!”
(meninggalkan Bo’i)
Bo’i :(menahan tangan Ariel)
“Gue nggak bermaksud menghina loe. Tapi, jika
itu nyakiti hati loe,
Please, maafin gue..”
Ariel :”Maaf tidak akan merubah apapun.”
(menarik tangan dan pergi meninggalkan Bo’i)
Sehari
kemudian, mereka bertemu kembali. Dengan sengaja, Ariel menyandung kaki Bo’i
sehingga dia terjatuh.
Ariel :”Eeeh.. Ada si tukang pamer. Maafin
gue ya..”
(mengulurkan tangan)
Bo’i :”Gue nggak butuh permintaan maaf
yang nggak tulus dari hati.”
(Berdiri dan meninggalkannya)
(Flashgo)
Bo’i :”Sejak saat itu, gue sama dia
bermungsuhan. Dan mungkin saja, alasan dia
Nyari gue karena dia mau balas dendam.”
Guntur :”Kurang ajar tu bocah!”
Bo’i :”Udah-udah! Karena hari udah
malam, kalian nginep saja di sini. Oke?”
Semua :”Oke!”
Karena penasaran dengan ilmu silat
Ariel, Gio bersiasat untuk menghentikannya. Ternyata, Guntur pun berpikiran
sama dengan Gio. Jadi, mereka berduapun bersama-sama mencari Ariel di tengah
malam untuk mengajaknya bertarung.
Gio :”Ternyata, Ariel itu hebat juga
ya. Tapi, masa depan perguruan ini bisa
Hancur kalau dia ke sini. Jadi, gue harus
menghentikannya demi
Perguruan ini malam ini juga.”
Gio pun berlari keluar. Tiba-tiba, ia
bertemu Guntur yang berpikir sama dengan Gio.
Guntur :”Gio…!!!”
Gio :”Guntur? Jangan coba-coba mau
ngalangin jalan gue!”
Guntur :”Gue memang nggak mau ngalangin jalan
loe. Tapi gue mau ikut loe!”
Mereka berdua pun mencari Ariel
bersama-sama. Sesaat kemudian, mereka berhasil menemukan Ariel di sebelah
warteg.
Gio :”Jadi ini yang namanya Yuda
Arieliano.”
Ariel :”Kalian pasti Gio dan Guntur kan?
Temennya si tukang pamer itu.”
Guntur :”Kok loe bisa tau?”
Ariel :”Gue kan baca naskah. Mau apa
kalian kemari? Mau cari mati?”
Gio :”Seharusnya gue yang bilang
begitu.”
Mereka pun bertarung dengan Ariel. Tapi,
karena dia sangat tangguh, mereka berdua pun berhasil dikalahkan dengan mudah.
Gio ditangkap olehnya dan dijadikan sebagai tawanan.
Ariel :”Pergi sana! Bilang sama si pamer
itu! Bahwa teman dia ada disini!”
Pagi harinya, Bo’i kaget karena tidak
melihat Gio dan Guntur. Tiba-tiba, Guntur datang dengan keadaan babak belur.
Bo’i :”Gio…!!!
Guntur…!!! Kalian dimana?! Lang, loe tau nggak dimana mereka?”
Galang :”Mungkin di belakang. Gue juga nggak
tau dimana mereka sekarang.”
Guntur :”Assalamu’alaikum.”
Bo’i :”Wa’alaikumsalam. Guntur?! Loe
kenapa? Dimana Gio?”
Guntur :”Semalam, Gue sama Gio bertemu sama
Ariel. Kami bertarung sama dia.
Tapi, kami berhasil dikalahkan oleh dia.”
Bo’i :”Dia lagi.. Dia lagi… Udah,
sekarang loe istirahat saja di kamar.”
Malamnya, Galang berpikir bahwa Ariel
lebih hebat daripada Bo’i dan Dia ingin menjadi sekutunya.
Galang :”Ternyata, dia sangat hebat. Gue harus
menjadi sekutunya.”
Dia pun melarikan diri.
Bo’i :”Lang! Loe mau kemana?!”
Galang :”Gue mau ke kamar mandi nih! Udah
kebelet!”
Bo’i :”Kamar mandinya ada di samping!
Bukan di belakang!”
Galang :”Oh iya.. Gue lupa.”
(menggaruk-garuk kepala)
Setelah berhasil keluar, Galang langsung
mencari Ariel. Dia pun berhasil menemukan Ariel di sebelah warteg bersama Gio
yang ditawan
Ariel :”Eeeh.. Datang lagi tikus-tikusnya.”
Galang :”Gue kesini bukan untuk bertarung. Tapi
untuk bersekutu. Apa loe mau
Bersekutu sama gue?”
Ariel :”Dengan senang hati. Tapi, antarkan
gue ke si Bo’i itu!”
Galang :”Oke!”
Pagi harinya, Bo’i mencari Galang yang
tidak ada di rumah. Dia pun berpendapat bahwa Galang menemui Ariel. Karena
khawatir, Bo’i pun bergegas mencari Galang ditemani Guntur yang tahu dimana
Ariel berada.
Bo’i :”Galang…!!! Loe dimana? Tur, loe
tau nggak di mana Galang?”
Guntur :”Gue juga nggak tau ‘I.”
Bo’i :”Jangan-jangan, dia mau nylametin
Gio. Bahaya nih kalau kaya’ gini. Tur,
Ayo kita cari Galang!”
Guntur :”Oke!”
Tak berapa lama kemudian, mereka pun
bertemu dengan Ariel di pinggir jalan.
Bo’i :”Ariel..??!!”
Ariel :”Akhirnya kita bertemu lagi.”
Bo’i :”Cepat!! Lepaskan Gio sekarang!!”
Ariel :”Kalau loe mau, ambil sendiri dong!!”
Guntur :(menahan badan Bo’i)
“Jangan ‘I, biar gue yang nanganin.”
Ariel :”satu lawan dua kan nggak adil.
Jadi, gue panggil temen gue. Lang..!!”
Galang :”Siap riel..!!”
Bo’i :”Galang..??”
Akhirnya, Galang dan Guntur pun terlibat
pertarungan yang sangat sengit. Sambil bertarung, mereka bercakapan.
Guntur :”Lang, kenapa loe berkhianat?”
Galang :”Siapa yang berkhianat? Gue cuma mau
tau kelemahan dia. Jadi, loe pura-
Pura kalah saja ya!”
(memukul perutnya)
Guntur :”Oke”
(Terjatuh)
Setelah memukul Guntur, Galang langsung
memukul Bo’i yang berada di dekatnya sampai dia terjatuh.
Ariel :”Lang! ini kesempatan loe buat
ngalahin dia!”
Saat pukulannya hampir mengenai Bo’i,
tiba-tiba dia berbalik arah dan memukul Ariel sampai dia terjatuh.
Ariel :”Kurang ajar! Kenapa loe pukul
gue?”
Galang :”Gue nggak akan berkhianat sama sahabat
gue.”
Ariel :”Tapi, gue juga sahabat loe!”
Galang :”Loe bukan sahabat gue, tapi sekutu
gue.”
Ariel dan Galang pun terlibat perkelahian,
tapi sekali lagi Ariel berhasil mengalahkannya. Kejadian itu membuat Bo’i
bangkit dan melawan Ariel.
Bo’i :”Galang..!!! Kurang ajar loe,
terima ini!!!”
(mendekati dan memukul Ariel)
Mereka pun bertarung. Dan akhirnya, Bo’i
sekali lagi berhasil mengalahkan Ariel.
Bo’i :”Loe memang hebat. Tapi, kelemahan
loe adalah, Loe nggak punya hati dan
Nggak bisa manfaatin kemampuan loe secara
bijak.
Walaupun Ariel musuhnya, Bo’i pun
memaafkannya.
Bo’i :(menghampirinya dan menjulurkan
tangan)
“Genggamlah tanganku. Jika kau mumbutuhkanku,
aku akan selalu
Bersedia membantumu, karena aku bukanlah
musuhmu, tapi sahabatmu.”
Ariel :”Loe memang pantas menjadi seorang
juara.”
(menggenggam tangan Bo’i)
Akhirnya, mereka berdua pun bersahabat
kembali.
~TAMAT~
arga wagu !!!
BalasHapuspanorah
Hapuspanorah
Hapus